Webinar - Tax On Air "Dilematis Administrasi Perpajakan UMKM"

Post Image
11 Jan 2019

Kegiatan webinar - Tax On Air “Dilematis Administrasi Perpajakan UMKM” diselenggarakan oleh V2C Consultant untuk umum secara online. Kegiatan webinar ini dibawakan oleh Vera H. Setiawan, S.E., S.H., BKP sebagai pembicara sekaligus Business Partner V2C Consultant.

Profil Pembicara : Vera H. Setiawan, S.E., S.H., BKP

Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dibidang Akuntansi, Internal Audit, Pajak dan Hukum. Tahun 2005 beliau mendapat ijin praktek Brevet C dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai Konsultant Pajak yang terdaftar pada asosiasi IKPI. Tahun 2010 beliau berhasil lulus sebagai seorang advokat yang terdaftar pada asosiasi PERADI. Pernah menjabat sebagai Sekretaris Panitia Penyelenggara Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak, sebagai korektor USKP dan sebagai Koordinator Bidang Materi & Soal KP3SKP. Saat ini beliau menjabat sebagai salah satu pengurus IKPI PUSAT bidang hukum.

Transkrip singkat:

Host                 : Definisi dan penjelasan UMKM yang lebih detail itu apa ya Bu?

Pembicara        : Kalau kita melihat definisi UMKM secara umum yaitu berdasarkan UU No.20 Tahun 2008 dengan definisi yang secara Aturan Pajak ada sedikit perbedaan.

  1. UU No.20 Tahun 2008 UMKM secara umum digolongkan sesuai dengan namanya yaitu: Mikro, Kecil dan Menengah.
    Perbedaannya adalah pada kekayaan bersih dan omzetnya.
    • Mikro : Kekayaan bersih maksimum Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan Omzetnya dalam setahun maksimum Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah)
    • Kecil : Kekayaan bersih antara Rp 50.000.001,- s/d Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) maksimum. Dan omzet dalam setahun antara Rp 300.000.001,- s/d Rp 2.500.000.000,- (dua setengah milyar rupiah).
    • Menengah : Kekayaan bersih antara Rp 500.000.001,- s/d Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) maksimum. Dan omzetnya omzet dalam setahun antara Rp 2.500.000.001,- s/d Rp 50.00.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).
  2. Aturan Pajak UMKM tidak terbagi dalam golongan mikro, kecil maupun menengah. Tetapi dikategorikan semuanya UMKM sepanjang omzet dalam setahun tidak lebih dari Rp4.800.000.000,- (empat koma delapan milyar) bisa dari perorangan pribadi dan bisa berbentuk Badan (Koperasi, Persekutuan Firma dan Perseroan Terbatas atau PT).

Host              : Jadi Secara aturan pajak siapapun itu baik dari orang pribadi maupun berupa badan usaha (Koperasi, CV dan PT) selama omzetnya tidak melebihi 4,8M yaitu dikategorikan kedalam UMKM?

Pembicara         : Iya, Betul sekali.

Host                  : Untuk contoh dari UMKM tersebut apa ya Bu?

Pembicara          : Secara umum berdasarkan UU No.20 Tahun 2008 contoh UMKM antara lain:

  • Usaha Mikro : Tukang bakso, tukang siomay
  • Usaha Kecil : Foodcourt di mall dan gedung perkantoran
  • Usaha menengah : Restoran – restoran di pinggir jalan yang berbentuk ruko atau gedung

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 11 Desember 2018 (10.00 – 10.30) dan disiarkan secara online melalui bit.ly/TaxOnAir. Peserta webinar adalah umum dari berbagai latar belakang.

Tujuan diselenggarakannya webinar ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pelaku usaha UMKM diantaranya:

  • Definisi dan Contoh UMKM
  • Syarat Pembukuan atau Pencatatan?
  • Sampai Kapan Tarif 0.5%?
  • Apa Saja Subjek dan Objek PP 23
  • Cara Menghitung Pajak UMKM
  • Cara Pelunasan dan Pembayaran Pajak
  • Cara Membuat E-billing
  • Bagaimana Ketentuan Peralihannya?
  • SANKSI Jika Tidak Tertib Administrasi

Sehingga, para pelaku usaha UMKM diharapkan mampu untuk lebih peduli dan sadar akan pentingnya tertib administrasi khususnya perpajakan.

Karena Pajak, dari kita untuk kita :)