Pengertian dan Fungsi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Post Image
29 Dec 2017

Apa Itu NPWP ?

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal diri wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. (Pasal 1 UU KUP 2007).

NPWP pun ada dua jenis, yaitu NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Perbedaannya terdapat pada wajib pajaknya.

  • NPWP Pribadi dimiliki oleh setiap individu atau setiap orang yang memiliki penghasilan di Indonesia.
  • NPWP Badan dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan yang memiliki penghasilan di Indonesia.

Apakah ada perbedaan antara NPWP Pribadi dan NPWP Badan?

Secara fisik (wujud kartu), tidak ada perbedaan antara NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Perbedaan yang ada hanya data-data tambahan yang tersimpan dalam database kantor pajak, contoh:

  • Nama wajib pajak
  • Alamat
  • Jenis usaha
  • Pemilik perusahaan
  • Nomor akta
  • Jenis usaha dan cabangnya
  • Harta yang dimiliki
  • dan informasi lainnya yang terdapat di dalam perusahaan

Seseorang dinyatakan wajib memiliki NPWP jika memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detilnya maka kita harus lihat di Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (untuk selanjutnya disebut UU KUP) tepatnya di penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU KUP. Berikut definisinya:

  • Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.
  • Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.

Apa Fungsi Kartu NPWP ?

Fungsi utama dari NPWP yaitu:

1.    Sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak.
2.    Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan.

Setiap Seperti halnya nomor KTP yang berfungsi untuk mempermudah administrasi kependudukan, maka NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) berfungsi untuk mempermudah administrasi pajak. Jadi dengan adanya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), perhitungan dan data tidak akan saling tertukar.

Kartu NPWP ini sangat penting dan diperlukan dalam banyak hal, diantaranya untuk:

Administrasi Pengurusan Perizinan.

  • Pengajuan kredit bank, khususnya kredit konsumtif.
  • Pembuatan pembukaan rekening di bank (rekening biasa dan rekening Koran).
  • Pembuatan paspor jika Kita ingin berlibur ke luar negeri.

 

Jika Kita seorang pengusaha atau wiraswasta, maka NPWP juga diperlukan untuk:

  • Syarat administrasi mengikuti lelang di instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD.
  • Pengajuan perizinan usaha, seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan).
  • Pembayaran pajak final, seperti: PPh Final, PPN, BPHTB dan lain sebagainya.

Administrasi Pelayanan Perpajakan

  • Pengembalian pajak, jika terjadi kelebihan bayar pajak.
  • Pengurangan pembayaran pajak.
  • Penyetoran dan pelaporan pajak.

Contoh Kartu NPWP Pribadi

Berikut ini contoh kartu NPWP Pribadi:

Keduanya sama saja dan masih dapat digunakan. Perbedaan terletak pada NIK dan tanggal terdaftar, tetapi tidak berpengaruh dalam pelayanan pajak.

Berikut ini contoh kartu NPWP Badan:

Manakah yang Disebut dengan NPWP?

Contoh NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak: 58.375.706.7-321.000

Kode NPWP terdiri dari 15 angka, yang memiliki arti:

Dua digit pertama (contoh: 58) menunjukkan identitas wajib pajak.

01 sampai 03 adalah Wajib Pajak Badan
04 dan 06 adalah Wajib Pajak Pengusaha
05 adalah Wajib Pajak Karyawan
07 sampai 09 adalah Wajib Pajak Orang Pribadi

Enam digit berikutnya (contoh: 375.706) adalah nomor registrasi atau nomor urut yang diberikan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Satu digit berikutnya (contoh: 7) adalah alat pengaman untuk menghindari terjadinya pemalsuan atau kesalahan pada NPWP.

Tiga digit berikut, (contoh: 321) adalah Kode Kantor Pelayanan Pajak (KPP), contohnya 321, berarti NPWP tersebut dikeluarkan di KPP Pratama Metro (daerah Lampung).

Tiga digit berikut, (contoh: 000) adalah status wajib pajak.

000 berarti tunggal atau pusat

00x (001,002 dan seterusnya) berarti cabang, dimana angka akhir menunjukkan urutan cabang (cabang ke-1 maka 001, cabang ke-2 maka 002, dan seterusnya).

Sumber Referensi:

  • Website Resmi Dirjen Pajak – Pajak.go.id
  • https://www.finansialku.com/apa-itu-npwp-pribadi/
  • Dian Puspa. Februari 2016. Kode Seri Pada NPWP.Online-Pajak.com – https://goo.gl/rzttuE
  • Redaksi PajakBro.com. 2014. Syarat NPWP Wajib Pajak Orang Pribadi. PajakBro.com – https://goo.gl/HSJzWa

Sumber Gambar:

  • Kartu NPWP Pribadi, sumber: Blogspot.co.id – https://goo.gl/nJ8Nhn
  • Kartu NPWP Badan, sumber: Blogspot.co.id – https://goo.gl/6DpMol
  • NPWP – https://goo.gl/2nnPRL
  • Formulir NPWP halaman 1, sumber: NPWPOnline.com – https://goo.gl/Tz5yjb
  • Formulir NPWP halaman 2, sumber: NPWPOnline.com – https://goo.gl/LyOHT4