Lebih mudah, bayar pajak bisa lewat toko online

Post Image
15 Aug 2019

Pemerintah melalui direktur Jenderal pajak melakukan kerjasama dengan dua toko online (e-commerce) terbesar di Indonesia, yaitu tokopedia dan bukalapak sebagai lembaga persepsi yang bisa menerima pembayaran pajak.

Penetapan tersebut sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 170 Tahun 2019 tentang Penunjukan PT Tokopedia dan Nomor 179 Tahun 2019 tentang PT BukaLapak sebagai Lembaga Persepsi Lainnya yang Melaksanakan Sistem Penerimaan Negara secara Elektronik.

Dilansir dari kumparan.com, hingga saat ini baru Tokopedia yang sudah merealisasikan kerja sama tersebut dengan menyediakan tambahan fitur pembayaran “Penerimaan Negara” dalam pilihan menu pembayaran di Tokopedia sejak 6 Agustus 2019.

Sementara untuk BukaLapak, Associate Vice President of Public Policy and Government Relations BukaLapak Bima Laga melalui keterangannya menuturkan, pihaknya baru akan menyediakan layanan pembayaran tersebut pada kuartal III 2019.

Melalui Tokopedia para wajib pajak sudah bisa melakukan 900 jenis pembayaran penerimaan negara yang dibagi menjadi tiga kategori. Di antaranya pajak online, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Beberapa jenis penerimaan negara yang bisa di bayarkan melalui tokopedia dan bukalapak adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, 23 dan lainnya, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya KUA, perpanjang paspor atau SIM, bea cukai, dan ratusan jenis penerimaan negara lainnya.

Dilansir dari katadata.com, Masyarakat cukup mendapatkan kode bayar dari masing-masing institusi pengumpul pajak agar bisa membayarkan pajaknya melalui tokopedia (dan bukalapak nantinya). Kode bayar tersebut bisa didapat dari portal Ditjen Pajak, Simponi untuk Ditjen Anggaran, dan CEISA untuk Ditjen Bea dan Cukai. Setelah mendapatkan kode billing, pengguna bisa memasukkannya ke fitur ‘Penerimaan Negara’ di Tokopedia (dan bukalapak nantinya) untuk melakukan pembayaran.

Dengan adanya gebrakan baru ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk membayarkan kewajibannya, sehingga penerimaan negara bisa meningkat.