Cara dan Syarat Mengajukan Permohonan Banding Kepada Pengadilan Pajak

Post Image
05 Nov 2018

Selain Keberatan, Upaya hukum yang dapat juga dilakukan oleh Wajib Pajak dalam hal Wajib pajak tidak puas dengan keputusan keberatan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal pajak adalah mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Pajak.

Banding adalah upaya hukum terhadap suatu keputusan pejabat yang berwenang sepanjang diatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan.

Pengadilan Pajak adalah badan peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi Wajib Pajak atau penanggung Pajak yang mencari keadilan terhadap sengketa pajak.

Sengketa Pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara Wajib Pajak atau penanggung Pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada Pengadilan Pajak berdasarkan peraturan perundang undangan perpajakan, termasuk gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan UU Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

Surat Uraian Banding adalah surat Terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding.

Surat Bantahan adalah surat dari pemohon banding atau penggugat kepada Pengadilan Pajak yang berisi bantahan atas surat uraian banding atau surat bantahan.

Tanggal terima adalah tanggal stempel Pos pengiriman, tanggal faksimilie atau dalam hal diterima secara langsung adalah pada saat surat atau Putusan diterima secara langsung.

Syarat Pengajuan Banding

Diatur dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Pengadilan Pajak, diatur dalam pasal 35 & 36, syarat pengajuan banding antara lain:

  1. Harus diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima
    Keputusan yang dibanding, kecuali diatur lain dalam peraturan perundang-undangan
  2. Terhadap 1 (satu) Keputusan diajukan 1 (satu) Surat Banding.
  3. Banding diajukan dengan disertai alas an-alasan yang jelas, dan dicantumkan tanggal tanggal terima surat keputusan yang dibanding.
  4. Pada Surat Banding dilampirkan Salinan Keputusan yang dibanding.
  5. Banding hanya dapat diajukan apabila besarnya jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50% lima puluh persen) dengan melampirkan Surat Setoran Pajak (SSP) atau Pemindahbukuan (Pbk).

Pengecualian

Beberapa hal ini menjadi pengecualian dalam pengajuan Banding, antara lain:

  1. Pengajuan Banding dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan tidak mengikat apabila dalam jangka waktu dimaksud tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaan pemohon banding. (Pasal 35 ayat 3 UU Pengadilan Pajak)
  2. Pemohon Banding tidak harus melampirkan bukti pembayaran 50 % pajak yang terutang, sepanjang Banding diajukan atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB).

Pemrosesan Surat Banding

Surat banding akan diproses apabila :

  1. Banding diajukan dengan Surat Banding dalam Bahasa Indonesia kepada Pengadilan Pajak.
  2. Ditujukan kepada Pengadilan Pajak dengan melampirkan
    1. Salinan keputusan yang dibanding
    2. Bukti pembayaran sebesar 50 % dari pajak yang terutang yang dibanding Data dan bukti bukti pendukung (SKP, Surat Permohonan Keberatan, SPT, Laporan Keuangan, dan lain-lain).
  3. Pemohon Banding dapat melengkapi bandingnya untuk memenuhi ketentuan yang berlaku sepanjang masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak diterima Keputusan yang dibanding.
  4. Pengadilan Pajak meminta Surat Uraian Banding kepada terbanding dalam jangka waktu 14 (empat belas hari) sejak diterima Surat Banding. (Pasal 44 UU Pengadilan Pajak)

Siapa yang dapat Mengajukan Banding         

Diatur dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 Pasal 37, yang dapat melakukan pengajuan  banding antara lain:

  1. Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak, ahli warisnya, seorang pengurus atau kuasa hukumnya.
  2. Apabila selama proses Banding, pemohon Banding meninggal dunia, Banding dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya, kuasa hukum dari ahli warisnya, atau pengampunya dalam hal pemohon Banding pailit.
  3. Apabila selama proses Banding pemohon Banding melakukan penggabungan, peleburan, pemecahan/pemekaran usaha, atau likuidasi, permohonan dimaksud dapat dilanjutkan oleh pihak yang menerima pertanggungjawaban karena penggabungan, peleburan, pemecahan/pemekaran usaha, atau likuidasi dimaksud.

Hak-Hak Pemohon Banding

Pemohon Banding memiliki hak-hak sebagai berikut:

  1. Pemohon Banding dapat melengkapi Surat Bandingnya untuk memenuhi ketentuan yang berlaku sepanjang masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak diterima keputusan yang dibanding.
  2. Pemohon Banding dapat memasukkan Surat Bantahan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh hari) sejak tanggal terima salinan Surat Uraian Banding. (Pasal 45 UU Pengadilan Pajak)
  3. Dapat hadir dalam persidangan guna memberikan keterangan lisan atau bukti-bukti yang diperlukan sepanjang memberitahukan kepada Ketua Pengadilan Pajak secara tertulis.
  4. Dapat hadir dalam sidang Pembacaan Putusan
  5. Dapat didampingi atau diwakili oleh Kuasa Hukum yang telah terdaftar/mendapat ijin Kuasa Hukum dari Ketua Pengadilan Pajak.
  6. Dapat meminta kepada Majelis kehadiran saksi.

Pencabutan Banding

Diatur dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 Pasal 39 mengenai pencabutan Banding, antara lain:

  1. Terhadap Banding dapat diajukan surat pernyataan pencabutan kepada Pengadilan Pajak.
  2. Banding yang dicabut tersebut, dihapus dari daftar sengketa dengan:
    1. penetapan Ketua dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan sebelum siding dilaksanakan
    2. putusan Majelis/Hakim Tunggal melalui pemeriksaan dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan dalam sidang atas persetujuan terbanding.
  3. Banding yang telah dicabut melalui penetapan atau putusan tersebut, tidak dapat diajukan kembali.

Hal-hal lain yang perlu diketahui

  1. Pengadilan Pajak meminta Surat Uraian Banding kepada Terbanding dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterima Surat Banding lengkap.
  2. Dalam hal pemohon banding melengkapi surat atau dokumen susulan, jangka waktu 14 hari dihitung sejak tanggal diterimanya surat atau dokumen susulan
  3. Terbanding menyerahkan Surat Uraian Banding kepada Pengadilan Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikirim Permintaan Surat Uraian Banding.
  4. Salinan Surat Uraian Banding/ Tanggapan oleh Pengadilan Pajak dikirimkan kepada Pemohon Banding dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal diterima.
  5. Pemohon Banding memberikan tanggapan/bantahan atas Surat Uraian Banding yang diterimanya dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal diterima Surat Uraian Banding.
  6. Meskipun Terbanding atau Pemohon Banding tidak memenuhi ketentuan
    sebagaimana dimaksud angka 3 dan 5, Pengadilan Pajak tetap melanjutkan pemeriksaan

Sumber: http://www.setpp.kemenkeu.go.id/faq/faqBanding