DJP Release Aplikasi e-SPT PPh Pasal 4(2) Versi 2.0

Post Image
14 Feb 2019

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah merelease aplikasi e-SPT terbaru, yakni e-SPT PPh Pasal 4(2) Versi 2.0. Berbeda dengan versi sebelumnya, di versi 2.0 ini wajib pajak dapat melakukan  perubahan tarif dan penambahan jenis bukti potong Pajak UMKM (PPh Final sesuai dengan PP 23 tahun 2018).

Aplikasi e-SPT ini akan mempermudah para Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan yang berisikan total pendapatan kotor dan pajaknya yang telah dipotong & dibayarkan kepada Negara. Karena wajib pajak hanya perlu mekakses aplikasi ini untuk mempersiapkan laporan dan menyampaikan pelaporan ini secara e-filling tanpa harus pergi ke kantor pajak lagi.

Untuk menggunakan aplikas ini Rekan Pajak V2C bisa mengunduhnya disini. Setelah masuk kedalam aplikasi ini Rekan Pajak akan menemukan interface yang lebih simple dari versi sebelumnya. Pada menu bar hanya ada pilihan menu saja. Untuk melaporkan SPT kita harus mengkoneksikan database yang kita miliki dengan cara klik menu dan pilih koneksi database atau klik Ctrl+D pada keyboard komputer anda.

cara-koneksi-database-espt-4-ayat-2

 

Setelah kita telah terkoneksi dengan database maka akan muncul window baru pada komputer, pilih database dan klik open.

 

Kemudian Login dengan Username : Administrator & Pasword : 123

 

Lengkapi Profil Wajib Pajak (yang bertanda bintang * wajib diisi), kemudian pilih simpan

 

Setelah berhasil mengisi profil, maka kita sudah dapat mengakses E-SPT PPh Final ps. 4 ayat (2), bisa dilanjutkan dengan buat SPT Baru

 

Isi tahun & masa pajak serta status SPT yang ingin dibuat :

 

Pilih “Daftar Bukti Pemotongan / Pemungutan PPh Final Pasal 4 Ayat (2) :

 

Klik jenis Bukti Potong “Penghasilan dari usaha yang diterima / diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu” untuk membuat bukti potong pajak UMKM


Jangan lupa ya, lawan transaksi kita harus dapat memberikan “Surat Keterangan” sebagai dasar kita melakukan pemotongan PPh Final UMKM ini.

Lengkapi NTPN (Nomor Tanda Penerimaan Negara) dari BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang sudah kita setorkan ke Kas Negara , isi NPWP, Nama, dan alamat lawan transaksi kita :

.

 

Masukan total bruto penghasilan maka sistem akan secara otomatis menghitung Jumlah PPh yang dipotong

 

Bukti Potong sudah dapat dicetak untuk diberikan kepada lawan transaksi kita :

 

Anda bisa mengunduh aplikasi e-SPT PPh Pasal 4(2) Versi 2.0 disini